gravel indonesia logo
playstore
apple
playstore
apple

Rumah Putih Grezenberg Kaliurang: Bukti Sejarah Kekokohan Bangunan Kolonial

Tue Oct 03 2023

Rumah Putih Grezenberg Kaliurang: Bukti Sejarah Kekokohan Bangunan Kolonial

Tue Oct 03 2023


Rumah Putih Grezenberg Kaliurang adalah salah satu bangunan ikonik di kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Meskipun banyak dikenal publik dengan beragam kisah misteri yang menyelimutinya, dari sudut pandang arsitektur dan konstruksi, rumah ini menyimpan banyak nilai estetika dan teknik yang patut diapresiasi.

Baca juga: Mengenal Pekerjaan Jasa Bongkar Rumah Tua

Konteks Sejarah & Desain Arsitektur Rumah Putih Grezenberg Kaliurang

Dibangun pada era kolonial, Rumah Putih Grezenberg Kaliurang merepresentasikan gabungan antara gaya arsitektur Eropa dengan sentuhan lokal. Tahun 1930 memang termasuk dalam periode pendudukan Belanda di Nusantara. Jadi, banyak bangunan saat itu dengan gaya Eropa dibangun di Indonesia untuk kepentingan pemerintahan, bisnis, maupun perumahan pribadi.

Pada tahun 1990-an, rumah tersebut berubah nama menjadi Wisma Widya Mandala. Kini, bangunan tersebut dibiarkan terbengkalai karena kondisi kerusakannya yang parah. Salah satu sebab kerusakannya terjadi ketika erupsi gunung Merapi.

Teknik Konstruksi Rumah Putih Grezenberg Kaliurang

Pembangunan Rumah Putih Grezenberg menggunakan teknik konstruksi yang canggih pada masa itu. Salah satunya, dengan pengaplikasian dinding setebal satu bata yang tidak hanya berfungsi sebagai isolator suhu untuk menjaga kesejukan di dalam rumah beriklim tropis, tetapi juga memiliki struktur kuat untuk mengantisipasi gempa. 

Mengingat lokasi Kaliurang yang berada di wilayah rawan gempa, teknik ini tentunya sangat esensial. Pondasi rumah disinyalir juga diperkuat dengan batu kali yang tersusun rapi, menambah kekokohan dan daya tahan struktur bangunan terhadap ancaman alam. Terbukti ketika terjadi erupsi gunung Merapi tahun 1994 dan 2010, meski mengalami kerusakan yang cukup parah, struktur Rumah Putih Grezenberg Kaliurang masih berdiri kokoh. 

Fungsi dan Keberlanjutan Rumah Putih Grezenberg Kaliurang

Seiring berjalannya waktu, Rumah Putih Grezenberg Kaliurang telah mengalami berbagai perubahan fungsi. Awalnya sebagai kediaman pribadi, bangunan ini sempat difungsikan sebagai wisma peristirahatan, dan sekarang menjadi salah satu ‘destinasi wisata’ sejarah dan misteri horor di kawasan Kaliurang. 

Di balik itu semua, bangunan ini adalah bukti histori kecakapan arsitektur dan konstruksi di Yogyakarta. Sebuah karya yang patut diapresiasi dan dipelajari oleh generasi saat ini.

Belajar dari Rumah Putih Grezenberg Kaliurang

Banyaknya bangunan dari era kolonial yang masih berdiri kokoh hingga saat ini menunjukkan kualitas konstruksi dan desain yang luar biasa. Ada beberapa alasan mengapa bangunan-bangunan tersebut bisa bertahan lama:

  1. Bahan Berkualitas: Pada masa itu, banyak bangunan dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami berkualitas tinggi, seperti kayu jati untuk konstruksi dan batu-bata merah untuk dinding. Kayu jati dikenal memiliki daya tahan terhadap serangan hama dan kondisi cuaca, sedangkan batu-bata merah yang dibuat dengan proses pembakaran yang sempurna memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik.
  2. Teknik Konstruksi: Teknik konstruksi yang digunakan pada masa kolonial seringkali sederhana namun efektif. Misalnya, teknik "pasak" pada kayu, yang memungkinkan konstruksi kayu saling mengait tanpa banyak menggunakan paku. Hal ini membantu mencegah kerusakan struktural karena gesekan atau gerakan.
  3. Desain yang Memperhitungkan Iklim: Bangunan-bangunan kolonial sering dirancang dengan memperhatikan iklim tropis di Indonesia. Dengan ventilasi yang baik, atap yang lebar, dan halaman yang luas, bangunan-bangunan tersebut mampu menjaga suhu di dalam ruangan tetap sejuk dan sirkulasi udara yang baik.
  4. Konstruksi Massif: Bangunan pada masa kolonial cenderung memiliki dinding yang tebal dan pondasi yang dalam. Ini memberikan kestabilan ekstra terhadap gempa dan kondisi alam lainnya.
  5. Pemeliharaan dan Renovasi: Meskipun banyak bangunan kolonial yang terbengkalai, banyak pula yang telah direnovasi dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah atau pemilik pribadi. Ini tentunya memperpanjang usia bangunan tersebut.
  6. Nilai Historis: Banyak bangunan kolonial dipertahankan karena memiliki nilai historis dan estetika. Kesadaran untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah mendorong pemeliharaan dan perawatan bangunan-bangunan tua.



 


Kamu Mungkin Suka

image

Temukan di Sini Estimasi Biaya Plester Dinding Terbaru 2024

Selasa, 28 Mei 2024

image

Panduan Lengkap Cara Plester Lantai untuk Hasil yang Rata dan Kuat!

Selasa, 28 Mei 2024

image

Jangan Khawatir! Begini Cara Menyumbat Keran Air Patah

Selasa, 28 Mei 2024

Lihat Semua

Layanan Konsumen

WhatsApp: +62 851 7959 5026
Telepon: (021) 50265050

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp Ditjen PKTN: +62 853 1111 1010

Perusahaan

KarirBlog

Media Sosial

instagram graveltwitter gravelyoutube gravellinkedin gravel

© 2024 PT Gravel Teknologi Indonesia

Hubungi Gravel