gravel indonesia logo
playstore
apple
playstore
apple

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel untuk Proyek Konstruksi Anda

Wed Feb 07 2024

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel untuk Proyek Konstruksi Anda

Wed Feb 07 2024


Hebel, yang sering disebut sebagai bata ringan, telah menjadi bahan favorit dalam dunia konstruksi modern. Ringan namun kuat, hebel tidak hanya efisien dalam hal biaya tetapi juga ramah lingkungan. Penggunaannya yang meluas dalam proyek arsitektur dan desain interior membuat pemahaman tentang cara menghitung kebutuhan hebel menjadi penting bagi para profesional dan penggemar DIY.

Berapa Ukuran Hebel?

Ukuran hebel yang tersedia di pasaran bervariasi, memungkinkan fleksibilitas dalam berbagai proyek konstruksi. Umumnya, hebel hadir dalam ukuran panjang 60 cm, lebar 20 cm, dengan ketebalan yang berbeda-beda, mulai dari 7,5 cm, 10 cm, hingga 20 cm. Pemilihan ukuran tergantung pada kebutuhan spesifik proyek, seperti beban yang harus ditanggung oleh dinding dan karakteristik isolasi yang diinginkan.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

  • Ketahui Dimensi Ruangan dan Tentukan Ukuran Hebel: Langkah pertama dalam menghitung kebutuhan hebel adalah mengukur dimensi ruangan. Ukuran standar hebel biasanya 60 x 20 cm dengan ketebalan yang bervariasi. Pemilihan ukuran hebel yang tepat dapat mengurangi jumlah pemotongan dan limbah.
  • Rumus Perhitungan Hebel: Rumus dasar untuk menghitung kebutuhan hebel adalah dengan membagi total luas dinding yang akan dipasang hebel (panjang x tinggi) dengan luas satu blok hebel. Misalnya, jika sebuah dinding memiliki dimensi 10m x 2,5m, dan menggunakan hebel ukuran 60cm x 20cm, maka kebutuhan hebel adalah (10 x 2,5) / (0,6 x 0,2) = 208,33, yang artinya sekitar 209 blok hebel.

Berapa Banyak Hebel dalam 1 Meter Persegi?

Untuk menghitung jumlah hebel per meter persegi, gunakan formula: jumlah hebel = 1 / (panjang x lebar blok hebel). Sebagai contoh, jika menggunakan hebel ukuran standar 60 cm x 20 cm, jumlah hebel per meter persegi adalah 1 / (0,6 x 0,2) = 8,33, yang berarti sekitar 8 blok hebel diperlukan untuk menutupi 1 meter persegi area dinding. 

Berapa Banyak Hebel dalam 1 Kubik?

Menghitung jumlah hebel per kubik meter adalah langkah penting untuk menentukan kebutuhan material secara keseluruhan. Untuk menghitung ini, Anda perlu mempertimbangkan volume satu blok hebel dan membaginya dengan volume total yang diperlukan. 

Misalkan kita menggunakan hebel ukuran standar 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 10 cm (0,6 m x 0,2 m x 0,1 m). Volume satu blok hebel adalah 0,6 m x 0,2 m x 0,1 m = 0,012 m³. Untuk menghitung berapa banyak blok hebel yang diperlukan untuk 1 m³, bagi volume 1 m³ dengan volume satu blok hebel: 1 m³ / 0,012 m³ = sekitar 83 blok hebel.

Oleh karena itu, untuk setiap kubik meter area yang harus dibangun, Anda akan membutuhkan sekitar 83 blok hebel ukuran standar. Namun, penting untuk diingat bahwa angka ini bisa bervariasi tergantung pada ukuran hebel yang digunakan dan faktor-faktor lain seperti kebutuhan untuk pemotongan dan penyesuaian di lokasi.

Berapa Kebutuhan Hebel untuk Rumah Ukuran 6x10 Meter?

Untuk mengetahui kebutuhan hebel dalam membangun rumah dengan ukuran tertentu, misalnya 6x10 meter, kita perlu mempertimbangkan beberapa aspek seperti tinggi dinding dan jumlah bukaan (jendela dan pintu) yang akan mengurangi kebutuhan hebel. 


 

Sebagai contoh, kita menghitung untuk rumah dengan tinggi dinding standar 2,5 meter.

Pertama, hitung total luas dinding eksternal:

  • Dua dinding dengan panjang 10 meter dan tinggi 2,5 meter: 2 x (10m x 2,5m) = 50 m².
  • Dua dinding dengan panjang 6 meter dan tinggi 2,5 meter: 2 x (6m x 2,5m) = 30 m².
  • Total luas dinding eksternal: 50 m² + 30 m² = 80 m². 

Kemudian, kurangi luas total dengan luas bukaan (pintu dan jendela). Misalkan luas total bukaan adalah 10 m², maka luas dinding yang perlu dihebel adalah 80 m² - 10 m² = 70 m².

Menggunakan hebel ukuran standar 60 cm x 20 cm, jumlah hebel per meter persegi adalah sekitar 8 blok (dari perhitungan sebelumnya). Jadi, kebutuhan total hebel untuk rumah 6x10 meter adalah 70 m² x 8 blok/m² = 560 blok hebel.

Ingat, ini adalah estimasi kasar. Anda mungkin perlu menyesuaikan perhitungan berdasarkan ketebalan dinding, ukuran hebel yang berbeda, atau faktor lain seperti kehilangan dan pemotongan material.

Hindari Kesalahan Ini dalam Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

  • Kurangnya Toleransi untuk Pemotongan: Salah satu kesalahan umum adalah tidak memperhitungkan kebutuhan tambahan akibat pemotongan. Selalu sisakan ruang untuk pemotongan dan kehilangan material. 
  • Mengabaikan Ketebalan Mortar: Ketika menghitung, seringkali ketebalan mortar diabaikan. Ini bisa menyebabkan perbedaan signifikan dalam jumlah total hebel yang dibutuhkan.

Baca juga: Cek disini kisaran harga jual semen mortar 2024

  • Pengabaian Faktor Eksternal: Faktor seperti bentuk ruangan yang tidak beraturan dan kebutuhan instalasi tambahan (seperti pemasangan pipa atau kabel) perlu dipertimbangkan dalam perhitungan.


 

Memahami cara menghitung kebutuhan hebel dengan tepat tidak hanya akan menghemat biaya tetapi juga menghasilkan konstruksi yang lebih efisien dan berkualitas. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan hebel dalam proyek konstruksi Anda.


 


Kamu Mungkin Suka

image

Perumahan Gresik Kota Baru: Hunian Modern dengan Banyak Keunggulan

Jumat, 31 Mei 2024

image

Pelajari Gravel Protect Terbaru, Bikin Kerja Aman & Hati Tenang!

Sabtu, 1 Juni 2024

image

Pembangunan Spring Valley Sentul city oleh Gravel

Rabu, 29 Mei 2024

Lihat Semua

Layanan Konsumen

WhatsApp: +62 851 7959 5026
Telepon: (021) 50265050

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

WhatsApp Ditjen PKTN: +62 853 1111 1010

Perusahaan

KarirBlog

Media Sosial

instagram graveltwitter gravelyoutube gravellinkedin gravel

© 2024 PT Gravel Teknologi Indonesia

Hubungi Gravel